Disaat mereka saling mengirim pesan dengan kata yang menurut
mereka romantis.
Ketahuilah bahwa romantis itu adalah jika saat sudah menjadi
halalnya.
Disaat mereka bermalam minggu dengan ‘pacarnya’.
Ketahuilah bahwa kau yang berada dirumah lebih dimuliakan
oleh Allah.
Disaat mereka sedang berduaan sebelum ada ikatan halal.
Ketahuilah bahwa mereka telah mendekati zina.
Disaat mereka berdoa agar hubungan ‘pacaran’ mereka langgeng.
Ketahuilah bahwa mereka terkena hasutan syaitan.
Sahabat…
Mudah bagimu berkata rindu pada seseorang yang kau sukai.
Namun pernahkah kau merindukan Rasulullah?
Air matamu dengan mudahnya menetes saat merindukan orang
yang kau sukai.
Namun pernahkah air matamu menetes disaat kau merindukan
Rasulullah?
Ketahuilah dahulu Rasulullah selalu bedoa untuk kita,
umatnya.
Dia selalu merindu kita.
Bahkan saat sakaratul mautpun dia khawatirkan kita.
Dia khawatir kita terjerumus seperti pada zaman jahiliyah.
Dia khawatir kita terkena api neraka.
Dia khawatir kita berlomba lomba saling memperebutkan dunia.
Sahabat…
Taukah kau bahwa ‘pacaran’ itu aktivitas orang jahiliyah
yaitu orang – orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam?
Jangan merasa iri pada mereka. Sebagai perempuan muslimah
yang berusaha menjaga izzah (harga diri), pacaran sama sekali bukan menjadi
pilihan untuk menghabiskan masa muda.
Jangan khawatir kehabisan stok jodoh bila alasan remaja
pacaran adalah mudah mendapat jodoh.
Jodoh itu sudah dituliskan dalam Lauhul Mahfudz dengan rizki
dan mati kita.
Tinggal bagaimana menjemput jodoh itu merupakan pilihan manusia,
apakah jalan halal atau haram yang akan ditempuh. Dan inilah yang nantinya
akan dihisab di hari perhitungan kelak.
Sahabat…
Bukankah Allah sudah menjanjikan dalam firman Allah.
“Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik
untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan
rezeki yang melimpah.” (QS. An-Nuur: 26).
Akan selalu ada lelaki yang baik untuk wanita yang terus
berusaha memperbaiki diri. Dan akan selalu ada wanita untuk lelaki yang selalu
berusaha memperbaiki diri.
Ingat… Kehidupan bukan hanya di dunia. Ketahuilah bahwa kita
yang tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kita, lalu kita dimatikan, dan
akhirnya kita dihidupkan kembali.
Jangan sia-siakan waktumu dengan memikirkan dan beraktivitas
pacaran saja. Jalanmu masih panjang. Fokuskan dirimu untuk meraih cita – cita. Karena
masa depanmu sangat berkaitan dengan ikhtiar yang kamu lakukan hari ini.
Teruslah memperbaiki diri. Nanti akan ada seseorang yang
akan menghalalkanmu, yang akan setia mendampingimu, membimbingmu menyiapkan
bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya.
Inshaa Allah jika jalan yang kau tempuh halal, kita akan bersama
jodoh dunia akhirat. Aamiinn.